Rabu, 01 Juni 2016

WORKSHOP CENDEKIA MUSLIM: Bahaya Laten Radikalisme & Peran Pemuda Islam sebagai Social Control







Workshop Cendekia Muslim: Bahaya Laten Radikalisme dan Peran Pemuda Islam sebagai Social Control

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Pemuda Islam Kontra Radikal (Kommra Sultra) dan didukung oleh Turun Tangan Kendari.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada para pemuda tentang bahaya radikalisme dan peran strategis pemuda sebagai sosial kontrol terhadap bahaya laten radikalisme.
Jika kita melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa lembaga maupun perorangan terkait pelaku terorisme, sebagian besar pelakunya adalah para pemuda. Hal ini tentu membuat kita tercengang dan membuat kita pesimis terhadap pemuda Indonesia saat ini. Namun dibalik itu pemuda juga justru memiliki peran yang strategis dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Indonesia. Oleh karena itu melalui kegiatan Kommra Sultra dan Turun Tangan Kendari mengajak para pemuda untuk bergerak bersama mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui berbagai cara yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Yang sering berselancar di media sosial misalnya, mulai saat ini mulailah membuat postingan-postingan kontra narasi terhadap radikalisme dan terorisme. Yang berprofesi sebagai pendidik mulailah mengajarkan toleransi kepada peserta didiknya dan membentuk nilai-nilai karakter & budaya bangsa kepada peserta didiknya.
Kegiatan ini dihadiri 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Universitas Halu Oleo, IAIN Kendari, STIK Mandala Waluya, dan STIK Avicena.
Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi mahasiswa se-kota Kendari menolak radikalisme. Adapun isi deklarasi tersebut adalah sebagai berikut:
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Kami yang mewakili mahasiswa Islam se-kota Kendari setelah menyadari bahaya laten yang dapat ditimbulkan oleh radikalisme yang mengatas namakan agama, sepakat:
1. Menolak radikalisme yang mengatas namakan agama karena tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam dan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta Undang-Undang Dasar 1945.
2. Ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran paham radikalisme melalui cara-cara yang sesuai dengan kemampuan kami masing-masing khusunya di Sulawesi Tenggara.
3. Menegakkan sikap inklusif kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi kelompok-kelompok yang merasa paling benar di hadapan Allah Swt. tanpa didasari dengan iman yang benar dan ilmu yang universal.
4. Meminta aparat negara bertindak tegas dan adil terhadap pelaku radikalisme dan terorisme.
5. Menaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum bagi siapa saja yang terbukti menentang Pancasila dan mengancam kedaulatan NKRI.
6. Menghilangkan semua fitnah dan stigma negatif terhadap Islam akibat aksi radikalisme dan terorisme.
7. Menegakkan sikap saling menghormati dan mencintai sesama mahluk ciptaan Allah Swt. sebagai salah satu wujud keimanan demi terciptanya kerukunan hidup bersama.

Kendari: Hotel Srikandi, Kamis 26 Mei 2016