Buka puasa bersama diselenggarakan oleh Komunitas Pemuda Islam Kontra Radikal (KOMMRA) & Turun Tangan Kendari dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperingati hari lahir Pancasila. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pemuda Sulawesi Tenggara. Ada dua kegiatan yang dirangkaikan dalam kegiatan ini yaitu lapak baca dan diskusi keagamaan. Diawal diskusi dibahas tentang sejarah lahirnya Pancasila yang dibuat untuk menyatukan semua lapisan masyarakat Indonesia yang bhineka. Para pendiri bangsa ini sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia agar tidak ada lagi kecemburuan atau saling curiga antar sesama masyarakat Indonesia yang beragam agama, beragam suku, beragam budaya, beragam bahasa. Pancasila dibuat oleh para pendiri bangsa kita agar tidak ada lgi pertikaian, agar tidak ada lagi perpecahan.
Diskusi lalu dilanjutkan dengan penguatan nilai-nilai toleransi sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam, tentang kisah Rasulullah Saw yang selalu menyuapi pengemis Yahudi yang selalu menghinanya tanpa memberi tau siapa Beliau sebenarnya, tentang bagaimana isi piagam Madinah yang mengatur kehidupan antar sesama Muslim dan sesama umat beragama yang diatur dengan adil tanpa ada pemeluk agama lain yang diciderai haknya, tentang perbedaan 4 imam Mazhab yang perbedaan itu tidak membuat mereka menjadi saling mengkafirkan satu sama lain atau saling menyalahkan karena perbedaan itu.
Setiap yang beragama berhak untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, tidak boleh ada pemaksaan untuk mengikuti suatu agama tertentu karena agama seharusnya mampu membuat kita lebih mulia, membuat kita menjadi lebih santun, saling menghormati, mementingkan kepentingan bersama selama itu tidak bertentangan dengan ajaran agama masing-masing, karena agama adalah pilihan hati yang dicerna oleh akal, lalu jika kebencian yang kita sebarkan maka mana mungkin hati orang lain akan terpanggil untuk beragama dengan baik, mana mungkin akal orang lain akan mampu mencerna dengan baik bahwa agama akan membuat mereka menjadi semakin baik.
Hal lain yang juga didiskusikan adalah tentang penerapan nilai-nilai ajaran agama yang sederhana tetapi penting dan itu masih banyak diabaikan oleh banyak orang beragama saat ini misalnya tentang budaya hidup bersih, budaya sopan santun, budaya antri, dan hal lainnya. Kita terkadang masih terus berbicara tentang hal-hal besar sampai hal sesederhana seperti itu saja masih sering kita lupakan.
Diakhir diskusi ini para peserta sepakat untuk tetap mencintai Indonesia dan tetap menjaga Indonesia dari segala ancaman yang ada.












