Minggu, 25 Maret 2018

PENYULUHAN KORBINMAS BAHARKAM POLRI DI PROVISI SULTRA TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME YANG SAAT INI MAKIN MERESAHKAN MASYARAKAT INDONESIA


PENYULUHAN KORBINMAS BAHARKAM POLRI DI PROVISI SULTRA TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME YANG SAAT INI MAKIN MERESAHKAN MASYARAKAT INDONESIA



Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan paham radikalisme di provinsi Sultra.

 


Hari Rabu tanggal 21 Maret 2O18 sekitar jam 09.00 Wita, bertempat di aula waspada Polres Kendari yang dilaksanakan oleh Direktorat Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri AKBP Fatima serta kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri  AKBP Kurnia dan mantan napi terorisme alumni akademi militer mujahidin Afghanistan Nasir  abas.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Direktur Intelkam Polda Sultra Komisaris Besar Polisi Hartoyo , SIK, Kapolres Kendari AKBP jemi Junaedi SIK, dan peserta sekitar 105 (Seratus Lima) orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat , tokoh pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Kendari .

 Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan paham radikalisme di provinsi Sultra.

Dalam kesempatan tersebut Direktur intelkam Polda Sultra meberikan beberapa tekanan terkait dengan latar belakang perkembangan paham radikalisme di Indonesia diantaranya bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut Quick Wins program 4 terkait kontra radikal dan deradikalisasi yang merupakan inisiatif dan inovasi Mabes Polri dalam pencegahan aksi teror . Beberapa tahun lalu wilayah Indonesia terjadi kasus  bom Bali yg cukup dahsyat, Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian ternyata ada upaya kelompok tertentu yang ingin situasi di Indonesia tidak kondusif dengan melakukan aksi teror .

Indonesia terbentuk oleh beberapa kelompok yang dikemas dalam suasana toleransi. Terkait radikalisme dan terorisme itu merupakan tanggung jawab Polri dalam mencegah terjadinya aksi teror dan menjaga situasi agar tetap kondusif sehingga melalui kegiatan ini kita dapat bersama – sama mencegah aksi radikal dan teror di wilayah Sultra, Pungkasnya"

Tak lupa pula dalam kegiatan tersebut AKBP Fatima Korbinmas baharkam Polri memberikan penjelasan terkait dengan tugas pokok Binmas utamanya dalam hal pencegahan paham radikal dan terorisme sehingga masyarakat benar – benar  mengetahui langkah dan pencegahan paham radikalisme dan terorisme serta diskripsi kejadian aksi teror di Indonesia.

Dilanjutkan dengan AKBP kurnia , kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri terkait bahaya dan ancaman radikalisme dan terorisme Dimana saat ini di Indonesia sel – sel kecil jaringan terorisme tumbuh subur karena adanya seruan dari jaringan teroris internasional bahwa tidak perlu melakukan jihad fisabililah di Suriah , cukup dengan menentukan target di wilayah masing- masing dan bentuk kelompok paling banyak 3 (Tiga) orang jangan lebih dari 5 (Lima) orang, pungkasnya"




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar