Minggu, 25 Maret 2018

POLDA SULTRA MELAKUKAN SILAHTURAHMI DALAM RANGKA MENGAJAK PARA TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH PERKEMBANGAN PAHAM RADIKALISME BERTEMPAT DI ISLAMIC CENTRE MUAZ BIN JABAL


POLDA SULTRA MELAKUKAN SILAHTURAHMI DALAM RANGKA MENGAJAK PARA TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH PERKEMBANGAN PAHAM RADIKALISME BERTEMPAT DI ISLAMIC CENTRE MUAZ BIN JABAL



Pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2018 bertempat di masjid ICM (Islamic Centre Muaz Bin Jabal)  Jln.  Prof.  Abdurrauf Tarimana, Korbinmas Mabespolri bekerjasama dengan Polda Sultra melakukan silahturahmi dengan mengangkat tema MEMBANGUN SILATURAHMI DALAM RANGKA MENCEGAH PAHAM RADIKAL DAN TERORISME DI PROVINSI SULTRA yang dimana kegiatan tersebut disiarkan langsung (live treaming)  lewat Muadz TV,  Radio Muadz, www.radiomuadz.com, dengan judul acara BINCANG BERSAMA POLRI terbuka untuk umum dengan menghadirkan pembicara jajaran Mabes Polri,  Densus 88 dan mantan teroris, serta Direktur ICM (Islamic Center Muaz Bin Jabal)  H. ZEZEN ZAENAL MURSALIN, Lc.
  


Suasana para Jamaah yang mengikuti kegiatan silahturahmi yang dilakukan oleh Korbinmas Baharkam Polri bekerjasama dengan Polda Sultra






Baharkam Polri Bekerja Sama dengan Polda Sultra melakukan silahturahmi di Pondok Pesantren Baitul Quran Kota Kendari


Baharkam Polri Bekerja Sama dengan Polda Sultra melakukan silahturahmi di Pondok Pesantren Baitul Quran Kota Kendari

Pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2O18 sekitar jam 09.00 Wita, dengan tema “membangun silahturahmi dalam menangkal dan mencegah paham radikalisme dan terorisme di Prov. Sultra” korbinmas baharkam Polri bekerja sama dengan Polda Sultra melakukan kegiatan silahturahmi yang di hadiri langsung oleh  pimpinan ponpes ustadz M. Nur Alfiq, dan santri sekitar  85 (Delapan Puluh Lima) orang dan beberapa pejabat utama Polda Sultra dan Mabes Polri diantaranya AKBP Dra. Fatima MM, dari Korbinmas Baharkam Polri  , kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri  AKBP Kurnia. Mantan napi terorisme alumni akademi militer mujahidin Afghanistan Nasir  Abas, Wadir Binmas Polda Sultra AkBP Arif , SKM , pelaksana kasubdit IV DIt intelkam Kompol Jumsah , S. Pd , kanit 1 subdit IV Dit Intelkam Kompol Hamdat,. Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan oleh pimpinan ponpes yang menerima baik atas kunjungan dari baharkam Polri dan Polda Sultra.




 Suasana para santri yang mengikuti kegiatan silahturahmi yang dilakukan oleh Korbinmas Baharkam Polri bekerjasama dengan Polda Sultra



PENYULUHAN KORBINMAS BAHARKAM POLRI DI PROVISI SULTRA TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME YANG SAAT INI MAKIN MERESAHKAN MASYARAKAT INDONESIA


PENYULUHAN KORBINMAS BAHARKAM POLRI DI PROVISI SULTRA TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME YANG SAAT INI MAKIN MERESAHKAN MASYARAKAT INDONESIA



Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan paham radikalisme di provinsi Sultra.

 


Hari Rabu tanggal 21 Maret 2O18 sekitar jam 09.00 Wita, bertempat di aula waspada Polres Kendari yang dilaksanakan oleh Direktorat Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri AKBP Fatima serta kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri  AKBP Kurnia dan mantan napi terorisme alumni akademi militer mujahidin Afghanistan Nasir  abas.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Direktur Intelkam Polda Sultra Komisaris Besar Polisi Hartoyo , SIK, Kapolres Kendari AKBP jemi Junaedi SIK, dan peserta sekitar 105 (Seratus Lima) orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat , tokoh pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Kendari .

 Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan paham radikalisme di provinsi Sultra.

Dalam kesempatan tersebut Direktur intelkam Polda Sultra meberikan beberapa tekanan terkait dengan latar belakang perkembangan paham radikalisme di Indonesia diantaranya bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut Quick Wins program 4 terkait kontra radikal dan deradikalisasi yang merupakan inisiatif dan inovasi Mabes Polri dalam pencegahan aksi teror . Beberapa tahun lalu wilayah Indonesia terjadi kasus  bom Bali yg cukup dahsyat, Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian ternyata ada upaya kelompok tertentu yang ingin situasi di Indonesia tidak kondusif dengan melakukan aksi teror .

Indonesia terbentuk oleh beberapa kelompok yang dikemas dalam suasana toleransi. Terkait radikalisme dan terorisme itu merupakan tanggung jawab Polri dalam mencegah terjadinya aksi teror dan menjaga situasi agar tetap kondusif sehingga melalui kegiatan ini kita dapat bersama – sama mencegah aksi radikal dan teror di wilayah Sultra, Pungkasnya"

Tak lupa pula dalam kegiatan tersebut AKBP Fatima Korbinmas baharkam Polri memberikan penjelasan terkait dengan tugas pokok Binmas utamanya dalam hal pencegahan paham radikal dan terorisme sehingga masyarakat benar – benar  mengetahui langkah dan pencegahan paham radikalisme dan terorisme serta diskripsi kejadian aksi teror di Indonesia.

Dilanjutkan dengan AKBP kurnia , kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri terkait bahaya dan ancaman radikalisme dan terorisme Dimana saat ini di Indonesia sel – sel kecil jaringan terorisme tumbuh subur karena adanya seruan dari jaringan teroris internasional bahwa tidak perlu melakukan jihad fisabililah di Suriah , cukup dengan menentukan target di wilayah masing- masing dan bentuk kelompok paling banyak 3 (Tiga) orang jangan lebih dari 5 (Lima) orang, pungkasnya"