PENYULUHAN KORBINMAS BAHARKAM POLRI DI
PROVISI SULTRA TERKAIT DENGAN PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME YANG SAAT INI MAKIN
MERESAHKAN MASYARAKAT INDONESIA
Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan paham radikalisme di provinsi Sultra.
Hari
Rabu tanggal 21 Maret 2O18 sekitar jam 09.00 Wita, bertempat di aula waspada
Polres Kendari yang dilaksanakan oleh Direktorat Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri
AKBP Fatima serta kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri AKBP Kurnia dan mantan napi terorisme alumni
akademi militer mujahidin Afghanistan Nasir
abas.
Dalam kegiatan tersebut di
hadiri oleh Direktur Intelkam Polda Sultra Komisaris Besar Polisi Hartoyo , SIK,
Kapolres Kendari AKBP jemi Junaedi SIK, dan peserta sekitar 105 (Seratus Lima) orang
yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat , tokoh pemuda dan mahasiswa
yang ada di Kota Kendari .
Direktur
Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, SIK saat menyampaikan perkembangan
paham radikalisme di provinsi Sultra.
Dalam
kesempatan tersebut Direktur intelkam Polda Sultra meberikan beberapa tekanan
terkait dengan latar belakang perkembangan paham radikalisme di Indonesia
diantaranya bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut Quick Wins program 4
terkait kontra radikal dan deradikalisasi yang merupakan inisiatif dan inovasi
Mabes Polri dalam pencegahan aksi teror . Beberapa tahun lalu wilayah Indonesia
terjadi kasus bom Bali yg cukup dahsyat,
Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian ternyata ada upaya kelompok
tertentu yang ingin situasi di Indonesia tidak kondusif dengan melakukan aksi
teror .
Indonesia terbentuk oleh
beberapa kelompok yang dikemas dalam suasana toleransi. Terkait radikalisme dan
terorisme itu merupakan tanggung jawab Polri dalam mencegah terjadinya aksi
teror dan menjaga situasi agar tetap kondusif sehingga melalui kegiatan ini
kita dapat bersama – sama mencegah aksi radikal dan teror di wilayah Sultra, Pungkasnya"
Tak
lupa pula dalam kegiatan tersebut AKBP Fatima Korbinmas baharkam Polri memberikan
penjelasan terkait dengan tugas pokok Binmas utamanya dalam hal pencegahan
paham radikal dan terorisme sehingga masyarakat benar – benar mengetahui langkah dan pencegahan paham
radikalisme dan terorisme serta diskripsi kejadian aksi teror di Indonesia.
Dilanjutkan dengan AKBP
kurnia , kasubdit identifikasi dan sosialisasi densus 88 Polri terkait bahaya
dan ancaman radikalisme dan terorisme Dimana saat ini di Indonesia sel – sel kecil
jaringan terorisme tumbuh subur karena adanya seruan dari jaringan teroris
internasional bahwa tidak perlu melakukan jihad fisabililah di Suriah , cukup
dengan menentukan target di wilayah masing- masing dan bentuk kelompok paling
banyak 3 (Tiga) orang jangan lebih dari 5 (Lima) orang, pungkasnya"